Minggu, 08 Januari 2023

Cerita Legenda 1

Semangka Emas










Konon di daerah Kalimantan hidup dua orang bersaudara. Sebut saja namanya Muzakir dan Dermawan. Dua bersaudara ini memiliki sifat yang sangat berbeda. Muzakir dikenal sebagai orang yang pelit, sedangkan Dermawan suka menolong. Beberapa kali Muzakir memicingkan mata dan menyindir ketika melihat Dermawan membagi uangnya kepada orang-orang miskin, tetapi Dermawan tidak pernah menghiraukan itu. “Kasihan, saya hanya ingin menolong.” itu saja jawab Dermawan ketika si kakak mulai usil.

Beberapa tahun kemudian, usaha dagang Dermawan bangkrut. Dermawan jatuh miskin sementara Muzakir selalu bertambah kaya. Muzakir sangat senang mendengar kabar tentang jatuhnya bisnis Dermawan. Dia merasa telah memenangkan persaingan ini. Muzakir berpendapat bahwa bangkrutnya Dermawan akibat perbuatannya sendiri yang terlalu lemah dan mudah kasihan dengan orang.

Suatu hari, Dermawan menemukan burung kecil yang terjatuh di depan rumahnya. Sekonyong-konyong Dermawan langsung memungutnya dan mengobati lukanya. Ia benar-benar merawat dan menyayangi burung itu. Tak lama, burung tersebut itu dapat terbang lagi. Dermawan pun melepasnya dengan suka cita.

Beberapa hari kemudian burung itu kembali ke rumah Dermawan dan menjatuhkan biji semangka. Setelah mengucapkan terima kasih, Dermawan lalu menanam biji semangka tersebut. Selang beberapa bulan semangka itu berbuah. Buahnya hanya satu tetapi besar sekali, kira-kira sebesar rentangan tangan orang dewasa. Dermawan lalu membelahnya. Betapa terkejutnya ketika ia melihat semangka besar itu berisi penuh biji emas dan berlian.

Dengan perasaan meluap-luap dermawan mengumpulkan emas permata itu. Ia menggunakannya untuk melunasi hutang-hutangnya dan membangun kembali usaha dagangnya. Dermawan menjadi kaya raya melebihi kakaknya. Dermawan juga tetap menolong dan selalu menyisihkan penghasilannya untuk orang-orang miskin.

Muzakir sangat iri dengan hal ini. Ia lalu menyuruh seorang tukang sumpit untuk melukai burung yang sedang terbang. Burung yang terkena sumpitan tersebut lalu jatuh dan Muzakir menolongnya. Muzakir melakukan hal yang persis seperti yang dilakukan Dermawan. Setelah burung itu sembuh, Muzakir pun melepasnya lagi.

Beberapa hari kemudian burung tersebut kembali ke rumah Muzakir dan menjatuhkan biji semangka. Muzakir lalu menanam biji tersebut dan berharap kelak akan berbuah semangka penuh emas permata seperti milik Dermawan. Tetapi apa yang terjadi? Sesudah semangka tersebut berbuah dan dibelah, semangka itu malah mengeluarkan lumpur yang tiada habisnya. Lumpur tersebut lalu mengubur Muzakir dan semua harta bendanya.

Cerita Legenda 2

 

Air Mata Meng

 

putriAnother great story of love,
behind the history of Chinese Great Wall,
in this great valentine moment…

Kisah ini terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Ch’in Shih Huang-ti yang dikenal kejam. Kaisar khawatir kalau dinasti Hun akan menyerang negara tersebut dari utara. Agar dapat memantau musuhnya tersebut, Kaisar memutuskan untuk membangun sebuah tembok sepanjang wilayah perbatasan Cina bagian utara. Tetapi tidak lama sesudah satu bagian selesai dibangun, bagian yang lain runtuh. Dan hal ini terjadi berulang kali, sehingga pelaksanaan ‘proyek besar’ tersebut tidak pernah mengalami kemajuan.

Kemudian, seorang lelaki bijak yang merangkap salah satu anggota tim arsitek tembok tersebut berkata kepada Kaisar, “Tembok seperti ini, yang panjangnya melebihi 10.ooo mil*  hanya dapat dibangun jika anda mengorbankan dan mengubur manusia di setiap mil dari tembok tersebut, sehingga akan ada ‘pelindung’ di setiap milnya.”

Sangat mudah bagi kaisar untuk memenuhi nasihat ini,  dengan berbagai cara Kaisar mulai menyusun rencana untuk mengorbankan manusia dengan jumlah yang sangat besar, yaitu 10.000 orang untuk membangun 10.000 mil tembok tembok tersebut. Negara pun gempar ketika rakyat mulai mendengar Kaisar akan melakukan rencana ini.

Pada saat Kaisar akan memulai rencananya, datanglah seorang pemuda terpelajar menemuinya. Pemuda tersebut berkata bahwa mengorbankan 10.000 manusia akan sangat membuat rakyat menderita, maka pemuda tersebut mengusulkan lebih baik jika kaisar mengorbankan 1 orang saja yang bernama “Wan” – karena “Wan” berarti “sepuluh ribu”.

Kaisar menyetujui usul ini. Maka dengan segera, ia mengerahkan prajurit-prajuritnya untuk menelusuri negeri ini – untuk mencari seorang lelaki yang bernama Wan. Para prajurit tersebut akhirnya menemukan seseorang bernama Wan – yang sedang duduk bersanding dengan pengantin wanitanya di sebuah pesta pernikahan. Wan dibawa dengan paksa oleh para prajurit – meninggalkan Meng Chiang – sang pengantin perempuan yang sedang dinikahinya di pesta itu.

Dengan berjalan kaki dan berlinang air mata, Meng berusaha menyusul kereta kuda prajurit yang membawa suaminya, tak peduli berapa jauh jarak yang harus ia tempuh. Meng berjalan melintasi pegunungan dan sungai untuk mencari suaminya.

Batu Tangisan

Setelah beberapa bulan berlalu sampailah Meng di tembok raksasa – tempat suaminya dikorbankan dan dikuburkan. Meng tidak tahu lagi harus berbuat apa, maka ia hanya bisa duduk tersungkur dan menangis di dinding tembok itu. Air mata cintanya ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa, tembok tersebut runtuh saat air mata Meng mengalir didindingnya. Dan jasad suaminya pun muncul diantara reruntuhan tembok itu.

Ketika Kaisar mendengar kabar ini, maka mulai timbul rasa iba di hatinya. Kaisar memutuskan untuk menemui Meng Chiang. Maka, Kaisar mengirimkan utusan untuk menjemput Meng Chiang, dan Meng pun akhirnya dihadapkan pada raja. Kecantikan Meng Chiang ternyata dapat menggetarkan hati sang Kaisar, sehingga ia memutuskan untuk menjadikan Meng Chiang sebagai permaisurinya.

Meng Chiang tahu betul bahwa ia tidak akan dapat menolak kehendak sang Kaisar. Jadi Meng tetap menyetujuinya, tetapi dengan tiga syarat : Pertama, harus dilangsungkan pesta selama 49 hari untuk menghormati suaminya. Kedua, sang Kaisar beserta seluruh pejabat negara harus datang dan menghormati pemakaman suaminya dalam sebuah proses pemakaman yang megah. Ketiga, sang Kaisar harus mendirikan menara berteras dari batu setinggi 49 kaki** di tepi sungai, dimana dia ingin memberikan persembahan dan bersembahyang untuk suaminya.

Sebagai Kaisar, sangat mudah bagi bagi Ch’in Shih Huang-ti untuk mengabulkan permohonan itu. Semua permintaan Meng akhirnya dipersiapkan.

Menara batu di Shanhaiguan yang di percaya sebagai tempat Meng 'ber-orasi" dan mengakhiri hidupnya.

Ketika semua sudah siap, Meng Chiang naik ke atas menara batu yang dimintanya tersebut.. dengan berteriak-teriak – dan didengar oleh seluruh pejabat kerajaan dan undangan yang hadir di pesta – Meng mulai mengutuk kekejaman dan kejahatan Kaisar dengan lantang.

Meskipun di dalam hatinya Kaisar sangat murka, tetapi ia tetap berusaha tenang. Tetapi ketika Kaisar melihat Meng Chiang terjun ke dalam sungai dan tewas, dia menjadi murka dan memerintahkan para prajuritnya untuk memotong-motong tubuh Meng Chiang dan melumatkannya.

Ketika mereka melakukan ini, bagian-bagian tubuh Meng Chiang berubah menjadi ikan-ikan kecil keperakan, di mana jiwa Meng Chiang yang penuh kesetiaan bersemayam di dalamnya…

Patung Meng di Tembok Chinatemple
*Setara dengan 16.000 km, yaitu rencana awal panjang  tembok China pada pemerintahan Kaisar Ch’in Shih Huang-ti. Tembok ini kemudian dilanjutkan oleh dinasti-dinasti yang lain. Saat ini, panjang tembok China masih belum diketahui secara pasti, tembok yang masih utuh memiliki panjang sekitar 6.700 km dan setelah itu terputus-putus di banyak bagian, menurut catatan sejarah diperkirakan panjang total tembok China jika tidak terputus-putus adalah 50.000 li (sekitar 25.000 km). Lihat di sini untuk melihat risetnya.
**Sekitar 15 Meter.
(Cerita rakyat  China, Cerita ini memiliki banyak versi, cerita yang aku kupas di atas diambil dari “The Tears of Lady Meng” – Orbis Books, 1982)

Cerita Legenda 3

 

Palgunadi – A Wayang Story

  

palgunadianggrainiYa.. ini memang nama belakangku (lengkapnya: Joddie Prasunu Palgunadi). Nama ini diambil dari sebuah tokoh wayang palgunadi (bukan palguna/arjuna seperti yang dianggap oleh kebanyakan orang). Tokoh ini sangat aku sukai, baik dari karakter maupun visi hidupnya.. seolah-olah tokoh ini selalu menjadi inspirasi bagi aku – seperti yang dituturkan oleh bapakku beberapa tahun lalu..

Ada banyak versi dari tokoh wayang Palgunadi, berikut ini aku mau uraikan salah satu versi palgunadi menurut wayang jawa yang aku rangkum dari beberapa sumber.

Palgunadi adalah seorang pangeran dari kaum Nisada. Kaum ini adalah kaum yang paling rendah yaitu kaum pemburu, namun memiliki kemampuan yang setara dengan Arjuna dalam ilmu memanah. Kelak Palgunadi akan menjadi raja negara Paranggelung, gelar kebangsawanannya ialah Prabu Ekalaya. Palgunadi juga mempunyai isteri yang sangat cantik dan sangat setia bernama Dewi Anggraini atau Putri Hapsari atau Bidadari Warsiki.

Palgunadi sangat sakti dan sangat mahir mempergunakan senjata panah. Ia juga mempunyai cincin pusaka bernama Mustika Ampal yang menyatu dengan ibu jari tangan kanannya. Palgunadi berwatak; jujur, setia, tekun dan tabah, sangat mencintai istrinya.

Palgunadi adalah seseorang yang gigih dalam menuntut ilmu. Suatu ketika Palgunadi mendapatkan bisikan ghaib untuk mempelajari ilmu atau ajian Danurwenda yang kebetulan hanya dimiliki oleh Resi Drona. Keinginannya yang kuat untuk menimba ilmu panah lebih jauh, menuntun dirinya untuk datang ke Hastina dan berguru langsung pada Dron

Cerita Legenda 4

 

Matahari dan Bulan


matahari“Zaman dahulu kala, ada dua matahari dan sungguh sangat panas. Kedua matahari tersebut bertugas secara bergiliran, di saat matahari yang satu bersinar, yang lainnya tidur. Begitu juga sebaliknya.

Semua mahkluk di bumi sangat mengeluh tentang rasa panas dari kedua matahari ini.

Suatu hari, diselenggarakan pertemuan dan salah satu mahkluk mengusulkan menghilangkan salah satu matahari. Tanpa ragu-ragu semua mahkluk setuju. Tetapi pertanyaannya adalah siapa yang mau melaksanakan tugas tersebut ? dan bagaimana tugas tersebut dilakukan ?

Setelah beberapa lama, pertemuan itu memutuskan untuk memilih semut sebagai eksekutornya. Saat itu semut sangat terkenal dengan keahliannya memanah yang luar biasa. Mulai saat itu, semut berusaha membidik matahari.

Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya semut tersebut pun berhasil memanah satu matahari. Tetapi ternyata matahari yang lain mengetahui tentang hal ini, dan entah mengapa kedua matahari itu tiba-tiba tidak tampak lagi. Kesedihan pun melanda seluruh bumi, karena kedua matahari menghilang, maka seluruh alam semesta menjadi gelap gulita.

Semua mahkluk menjadi sadar, mereka tidak dapat melakukan apapun tanpa cahaya matahari. Mereka sadar, bahwa telah melakukan kesalahan fatal dengan meminta semut memanah matahari. Lalu semua mahkluk mengadakan pertemuan lagi. Tema diskusi kali ini adalah bagaimana cara membuat matahari-matahari itu mau menampakkan diri. Akhirnya, setelah melalui perdebatan yang panjang dan melelahkan, mereka memutuskan untuk meminta maaf dan memohon para matahari untuk kembali ke bumi. Sebagai utusan, manusialah yang diminta untuk mengemban misi ini. Karena saat itu manusia terkenal cerdik dan pandai mengolah kata.

Dengan harapan tinggi, manusia pun menengadahkan diri di langit, dan mulai berteriak-teriak meminta maaf kepada para matahari, dan ternyata gagal. Berikutnya, mahkluk-mahkluk meminta kepada burung gagak untuk meminta maaf, tetapi gagal lagi. Akhirnya berbagai mahkluk pun bergiliran satu-persatu meminta maaf kepada matahari, tetapi semuanya tetap juga gagal.

Setelah beberapa lama, mahkluk-mahkluk tersebut mendapatkan ide baru. Mahkluk-mahkluk tersebut berpikir mungkin saat ini kedua matahari sedang tidur bersama, sehingga tidak mendengar permintaan maaf para mahkluk. Lalu mereka memutuskan untuk meminta semua ayam jago berkokok untuk membangunkan kedua matahari tersebut.

Lalu semua ayam jago berkokok, tetapi tidak terjadi apa-apa. Semua ayam jago pun berkokok lagi untuk kedua kalinya, kali ini lebih keras lagi. Dan semua mahkluk merasakan mulai ada udara hangat mengalir di bumi, tetapi mereka belum melihat matahari muncul.

Ayam-ayam pun makin bersemangat, mereka berkokok dan melengking lebih keras lagi untuk ketiga kalinya. Dan perlahan-lahan, salah satu matahari muncul di ufuk timur, kemudian makin bersinar dan bersinar. Bumi pun kembali terang. Seluruh mahkluk pun bersorak dan berteriak kegirangan menyambut datangnya matahari.

Lalu bagaimana dengan nasib matahari yang lain ? ternyata ia masih tertidur, dan ia baru terbangun saat matahari yang lain mulai tidur. Dan ternyata, setelah matahari kedua tersebut terbangun, para mahkluk melihat bahwa dia telah buta, dia tidak mampu lagi bersinar terang dan panas seperti dulu lagi. Rupanya hasil bidikan semut beberapa waktu lalu telah berhasil, semut telah berhasil membutakan mata matahari. Matahari yang buta tersebut kemudian dinamai ‘bulan’ oleh para mahkluk.

Inilah mengapa ayam jago selalu berkokok tiga kali sebelum matahari terbit. Dan hingga saat ini penduduk Myanmar masih sering bersorak-sorak menyambut matahari di pagi hari.

Beberapa hal yang bisa dipetik dari cerita ini :

  • Semut, hewan yang sangat kecil, tetapi berhasil ‘memanah’ matahari
  • Manusia yang cerdik dan pandai mengolah kata ternyata gagal ‘meminta maaf’ kepada alam.
  • Ayam jago harus berusaha ‘tiga kali’ untuk membangunkan matahari.
” ..dan saat ini ada dua matahari yang berusaha menyinari hidup aku.. dan aku mulai ‘kepanasan’ karenanya..”
ada yang bisa bantu aku ‘memanahkan’ salah satunya ?

Cerita Legenda 5

 

Hachiko

hachiko

Hachiko adalah seekor anjing yang lahir di sekitar bulan November 1923 di Odate, Jepang. Ia pindah ke Tokyo, saat majikannya pindah ke sana.

Pemilik anjing itu bernama Eisaburo Ueno. Eisaburo adalah seorang tua yang tinggal sendirian di rumahnya, istrinya sudah meninggal dan anak-anaknya sudah menikah dan tidak tinggal di situ lagi. Eisaburo Ueno bekerja di sebuah universitas di dekat Tokyo sebagai seorang profesor.

Sudah sebuah kebiasaan bagi orang tua itu untuk menaiki kereta listrik di Stasiun Shibuya untuk bekerja. Ia berangkat sekitar jam 8 pagi, dan biasanya ia pulang dan tiba di stasiun itu kembali sekitar jam 5 sore.

Hachiko, si anjing itu, sangat setia menemani tuannya. Setiap pagi ia berjalan bersama tuannya menuju ke Stasiun Shibuya. Setelah ‘melepas kepergian’ tuannya, anjing itu pulang sendiri ke rumah. Dan uniknya tepat sebelum jam 5 sore, anjing itu sudah datang kembali ke stasiun untuk menjemput tuannya.

Kebiasaan ini dilakukannya setiap hari selama beberapa tahun, dan orang-orang di sekitar situ sudah mulai hapal dengan tingkah anjing (dan pemiliknya) itu. Para petugas stasiun pun selalu tersenyum ramah saat melihat anjing itu berlari-lari kecil menjemput tuannya setiap sore.

Tapi malang, pada suatu siang, Eisaburo mendapatkan serangan jantung di universitas tempatnya bekerja. Ia meninggal sebelum mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit. Segenap keluarganya langsung dihubungi oleh pihak universitas untuk menjemput jenazah Eisaburo.

Lalu bagaimana dengan anjing itu ? Ternyata, pada sore harinya anjing itu tetap datang ke stasiun untuk menjemput tuannya, tapi hingga larut malam ia menunggu, ternyata tuannya tidak datang. Anjing itu pulang kembali ke rumah.

Besok sorenya, anjing itu kembali datang ke Stasiun – dan sekali lagi – ia pulang dengan ‘tangan hampa’. Kebiasaan ini ia lakukan setiap hari. Para petugas stasiun dan orang-orang di situ sangat bersimpati dan kadangkala memberinya makan saat ‘menjemput tuannya’.

patunghachikoBeberapa kerabat Eisaburo pun sebenarnya sudah berusaha untuk memelihara dan merawat anjing itu, tetapi tetap saja – setiap sore anjing itu nekat berlari menuju ke stasiun Shibuya.

Tak terasa 11 tahun sudah berlalu, dan anjing itu tetap melakukan aktivitas hariannya menunggu tuannya di stasiun tiap sore – hingga larut malam, bahkan kadang baru pulang besok paginya setelah pulas tertidur di stasiun.

Setelah berumur 15 tahun, anjing itu akhirnya meninggal dunia dalam kesetiaannya, tepat di tempat dimana ia biasa menunggu tuannya.

Untuk memuji dan menghargai kesetiaan anjing itu, orang-orang membangun sebuah patung Hachiko di Stasiun Shibuya. Patung anjing itu masih berdiri kokoh hingga saat ini – sebagai sebuah inspirasi kesetiaan bagi orang-orang yang melewatinya.

Lalu bagaimana dengan aku ? relakah kesetiaan ini dikalahkan oleh seekor anjing ?

Cerita Legenda 1

Semangka Emas   Konon di daerah Kalimantan hidup dua orang bersaudara. Sebut saja namanya Muzakir dan Dermawan. Dua bersaudara ini memiliki ...